Elisa | Sales Marketing
Newbie
Newbie
Sun Apr 21, 2019 6:56 pm
Image

Kamu pasti nggak asing dengan lantai teraso, kan? Lantai yang terlihat seperti campuran pecahan-pecahan batuan ini memang benar-benar terbuat dari kumpulan pecahan marmer. Banyak orang yang menyukainya karena terlihat unik. Selain itu, lantai ini juga tergolong cukup kuat dan relatif terjangkau jika dibandingkan dengan marmer atau granit.

Lantai teraso sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu lantai berpermukaan halus yang terbentuk dari pecahan marmer halus dan teraso berpermukaan kasar yang terbuat dari pecahan marmer kasar.

Sejarah Teraso

Kata teraso berasal dari bahasa Italia terrazza yang berarti teras atau penutup lantai depan rumah. Lantai ini terbuat dari limbah tambang marmer yang diolah kembali sehingga menjadi alternatif sebagai lantai penutup. Di negara asalnya, teraso mulai diproduksi sejak tahun 1920.

Di Indonesia, masuknya teraso dipengaruhi oleh bangsa Belanda yang membawa teraso beserta teknik pembuatannya ke Indonesia dan mulai membuka industri ini pada tahun 1957. Setelahnya, produk teraso terus mendapatkan perhatian masyarakat. Pabrik teraso pun semakin bermunculan di seluruh Indonesia. Motif teraso pun mulai beragam, mulai dari serpihan batu alam, serpihan kaca, hingga kepingan kerang laut.

Pada saat itu, teraso dianggap memiliki prestige yang tinggi karena masih banyak orang yang menggunakan ubin semen sehingga peminatnya pun berasal kalangan atas. Kepopuleran teraso mulai menurun sejak lantai keramik masuk ke pasar Indonesia di tahun 1980-an. Masyarakat lebih memilih keramik karena motifnya lebih beragam dengan harga yang lebih murah.

Karakteristik Lantai Teraso

Karakteristik utama lantai teraso adalah motifnya yang menyerupai pecahan batuan. Ukuran, bentuk, serta warnanya yang tidak seragam membuat permukaan lantai terlihat unik. Material yang menggunakan bahan sisa juga membuatnya lebih ramah lingkungan.

Selain itu, lantai teraso juga dapat menyesuaikan suhu lantai sesuai dengan suhu ruangan. Misalnya, saat cuaca panas maka lantai akan memberikan kesan dingin, begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh faktor porositas serta sifat menyerap cahaya pada lantai teraso.

Daya tahan lantai teraso juga dapat dikatakan baik. Material yang terdiri dari pecahan batu marmer, semen dan pasir membuat kekuatan lantai ini tidak perlu diragukan. Karena faktor ini pula, teraso banyak digunakan pada hotel, kantor, hingga pabrik.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai lantai teraso. Bagaimana, tertarik menggunakan teraso untuk hunian Anda?

Sumber: Imah Bisnis