Elisa | Sales Marketing
Newbie
Newbie
Fri Feb 15, 2019 12:23 pm
Image


Lantai adalah salah satu material penting yang digunakan pada sebuah hunian. Selain untuk mempercantik ruangan, lantai juga berguna untuk menahan air tanah merembes ke dalam rumah. Beberapa jenis lantai yang sering digunakan adalah marmer, granit dan granitel.

Ketiganya kadang memang sulit dibedakan, apalagi dengan motifnya yang agak mirip. Tapi sebenarnya ketiga jenis lantai ini memiliki perbedaan yang cuku signifikan lho. Apa saja perbedaannya? Berikut ulasannya.

Material

Pertama dari segi materialnya. Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk dari rekristalisasi batu kapur hingga akhirnya mengeras. Sementara granit merupakan batuan beku yang terbentuk dari magma yang membeku. Lain halnya dengan granitel yang merupakan granit buatan dimana lantai ini terbuat dari tanah yang keraskan dengan cara dipanaskan.

Motif

Motif granit dan marmer muncul melalui proses alami. Untuk marmer, motif yang timbul biasanya berupa guratan-guratan atau urat yang besar dan panjang dengan warna yang hampir sama dengan warna dasar marmer. Sementara motif granit lebih terlihat seperti bintik-bintik. Tapi beberapa jenis juga memiliki motif guratan namun tidak sejelas guratan marmer.

Lain dengan granitel. Motif granitel adalah buatan, prosesnya sama seperti keramik. Karena itulah, granitel lebih memiliki banyak variasi motif dan warna.

Kekuatan

Jika melihat dari materialnya, kita dapat dengan mudah menebak kalau granit adalah yang terkuat. Ya, jenis lantai ini lebih awet dibanding yang lain, tidak mudah bolong dan tidak mudah tergores. Marmer hampir mirip seperti granit, hanya saja lebih ringan dan lebih berpori.

Sementara granitel, karena bukan merupakan batuan asli dan ukurannya juga tipis, lantai ini pun rentan retak dan patah. Kelebihannya adalah granitel tidak berpori seperti granit dan marmer sehingga tidak mudah menyerap air.

Fungsional

Marmer yang mampu menghadirkan kesejukan pada ruangan, cocok dijadikan sebagai lantai sebuah ruangan formal. Namun karena motifnya yang beragam, cukup sulit untuk menyatukan potong demi potong lantai.

Untuk granit, karena sifatnya eksklusif membuat suasana ruangan terasa sejuk karena permukaannya dingin dan motifnya yang unik. Sangat cocok dijadikan vocal point suatu ruangan. Dan karena bahannya yang kuat, granit juga sering kali digunakan sebagai counter top.

Granitel yang rentan rusak sebaiknya digunakan sebagai dinding atau bagian yang minim terkena kerusakan. Hal ini untuk menjaga agar lantai tidak tergores, karena luka gores yang dalam pada granitel tidak dapat dihilangkan, baik dengan cara poles ataupun tambal.

Perawatan

Granit dan marmer adalah batuan alam yang berpori sehingga harus diberikan pelapis. Jika tidak, pori-pori bisa rusak dan membesar sehingga menyebabkan kotoran mudah masuk. Berbeda dengan granitel yang sejenis keramik sehingga tidak berpori namun cenderung tipis.

Untuk perawatan, diperbolehkan mengepel semua jenis lantai setiap hari dengan sabun pembersih lantai yang memberikan efek wangi. Hindari penggunaan sabun pembersih berbahan kimia abrasif karena bisa merusak permukaan lantai.

Jika lantai marmer atau granit terlanjur terkena cairan kimia, masalah ini bisa ditangani dengan melakukan poles. Namun hal ini tidak berlaku untuk granitel. Granitel yang terkena bahan kimia tidak bisa diperbaiki dan untuk mengembalikan warnanya harus diganti.

Itulah beberapa perbedaan dari marmer, granit dan granitel. Setelah ini, kamu tak akan kesulitasn lagi membedakan ketiganya kan? Semoga informasi di atas dapat membantu ya!

Sumber